Metro, Program Studi Ekonomi Syariah IAIN Metro akan melakukan pengabdian masyarakat membuat Kampung Buku di Pasar Yosomulyo Pelangi.  Dosen dan Mahasiswa Prodi Ekonomi Syariah IAIN Metro siap untuk membentuk ecosystem baru di Kota Metro agar tumbuh literasi di RW 07 Yosomulyo Metro Pusat.

Dharma Setyawan Kaprodi Ekonomi Syariah IAIN Metro menyampaikan, “Payungi adalah tempat yang tepat menumbuhkan budaya literasi.  Pasar tradisional tiap minggu pagi ini ramai pengunjung.  Kampung Buku dimaksud agar masyarakat semakin tumbuh literasi. Di sini kami akan mengelola perpustakaan warga bersama para mahasiswa. Tempat ini sudah ada 4 titik WIFI jadi akan mudah dalam kegiatan.  Di kampung buku akan ada pelatihan menulis,  konsultasi penyelesaian skripsi,  bedah buku,  mendongeng anak, dan pelatihan skill lainnya.”

Ahmad Tsauban Kepala Pasar Yosomulyo Pelangi (Payungi) menyambut baik kolaborasi dengan Prodi Ekonomi Syariah IAIN Metro. “Kami warga juga akan belajar bagaimana literasi tumbuh di kampung ini. Orang tua, pemuda dan Anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang akrab dengan buku.  Mereka mencintai pengetahuan dan memberi dampak bagi tumbuhnya masyarakat yang semakin berkualitas. Kami juga senang dengan hadirnya dosen dan mahasiswa,  mereka bisa membaca di berbagai sudut tempat yang kita buat nyaman,  kreatif dan tentu penuh dengan seni.”

Tidak hanya itu, Pemerintah Kota Metro dalam hal ini Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusarda) Kota Metro juga turut berkolaborasi dengan Prodi Ekonomi Syariah IAIN Metro serta Payungi dalam upaya pembentukan Kampung Buku. Kepala Dispusarda, Syachri Ramadhan saat ditemui di ruangannya menjelaskan bahwa upaya menciptakan sebuah Kampung Buku adalah sesuatu yang inovatif dan harus didukung oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Metro.

“Dispusarda Metro akan minitipkan koleksi buku-buku yang representatif di Payungi yang kemudian akan diurus oleh warga sekitar. Dispusarda Metro nantinya juga akan terus berupaya mendorong penulis serta penerbit lokal yang ada untuk terus berdaya menciptakan ekosistem literasi sehingga tercipta Kampung Buku yang akrab dengan buku dan literasi” Ujar Syachri.

Syachri juga menambahkan bahwa dengan semangat gotong royong yang dikemas dalam kolaborasi antara warga masyarakat, akademisi dan pemerintah untuk membuat Kampung Buku adalah keniscayaan. “Ya kami sangat mendukung dan akan turut berkontribusi dalam upaya pembentukan Kampung Buku ini. Selaras dengan itu, ini juga dalam rangka menggelorakan minat baca masyarakat Kota Metro yang identik dengan Kota Pendidikan” pungkas Syachri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here