Sekolahku, Sekolah Anda dan Sekolah Kita

Saya memberi judul dengan replikasi seperti tulisan Gus Dur Islamku, Islam anda dan Islam Kita. Sekolah sampai saat ini menjadi alat ukur kemajuan. Negara paling tidak masih meyakini sekolah—dalam pengertian formal—adalah konsep yang paling penting untuk menaikkan taraf hidup. Sekolah juga menjadi budaya gengsi bagi sebagian orang tua. Dalam menentukan keberhasilan seorang anak, orang tua juga menjadikan ketinggian gelar sekolah sebagai alat ukur. Pertanyaannya, apakah selama ini sekolah menjadi ruang substansi untuk belajar. Tentu tidak semua orang tua punya kemampuan yang sama untuk menyekolahkan anaknya. Apalagi dalam perlombaan sekolah di ruang kota. Orang tua selalu cemas menginnginkan anaknya sekolah di tempat yang baik. Bagi mereka yang miskin, sekolah adalah barang mewah.