Payungi untuk Yosomulyo

Penulis: Dharma Setyawan

Pasar Yosomulyo Pelangi (Payungi) memiliki banyak hutang kepada semua masyarakat Yosomulyo. Bayangkan pada gelaran ke III pasar ini tetap ramai meskipun digempur dua gelaran yaitu festival way kambas dan lomba lari walikota Cup. Omset perputaran uang ke III diangka 17 juta sebagaimana putaran pertama 16 juta dan ke dua 20 juta. Dibuka jam 06.00-11.00 siang Pasar ini juga menyediakan berbagai permainan tradisional juga ada wahana Flying Fox dan Panahan.

Setiap gelaran pasar ada tema yang kita buat. Gelaran ke II tema Batik dan Akustik, Tema ke III tema anak dan pahlawan. Dan tema ke IV nanti dengan tema klasik dan nyentrik.

Pasar warga yang menyediakan jajanan tradisional ini banyak dibantu oleh berbagai pihak. Lingkungan RW 07, RT 19-21 juga khusus pemuda Risma Sabilil Mustaqim, Formayos, Warga kreatif dan tidak lupa Genpi Lampung dengan support dan pemberdayaan pasar digital melalui jejaring media sosial. Pelan namun masti jejaring ini bersimpul melakukan sesuatu dengan cepat dan cermat. Satu sama lain saling mendukung dan mewujudkan kemandirian gerkan. Lalu, apakah hanya sampai di sini?

Saya kira tidak. Kita bisa melebarkan sayap pasar ini dengan berbagai kreatifitas yang lain. Saya pribadi, Pak Tsauban, Pak Asep, Mbah Narno, Pak Sutimin, Om Joko, Pak Amirul, Mas Agus, Mas Hendi, dan Bapak-Bapak Lingkungan RW 07 lainnya terus berdiskusi untuk membuat gerakan ini tidak ada kreatifitas yang berhenti. Selain itu kita juga berterimaksih banyak kepada para pemuda dan mahasiswa yang tinggal di Pojok Boekoe Cangkir, dimana sejak 6 bulan yang lalu terus bergerak.

Semua ini untuk Yosomulyo yang kreatif. Maka berkumpul, berdiskusi, nonton film inspiratif, sekedar ngopi bareng dan mengenal orang-orang baik seperti Pak Nanang, Pak Poniran RT 35 dan Mas Agus penyuka barang antik adalah kebahagian tersendiri. Dan tentu warga Yosomulyo lainnya yang belum kami kenal dan siap bergabung akan menjadi spirit baru.

Banyak potensi yang bisa dikembangkan selain pasar. Ke depan kita akan perluas seperti adanya potensi wisata susu kambing, wisata bunga, wisata lebah, dan lain-lain. Yang memungkinkan terdekat dalam gelaran Pasar adalah menginventarisir semua produk kreatif warga Yosomulyo dan Kota Metro untuk dititipkan di Galery Ekonomi Kreatif Formayos yang beberapa produk sudah kami pajang di Pasar Yosomulyo Pelangi.

Kita punya mimpi yang lebih besar. Kesabaran untuk saling mendengar satu sama lain dan kesadaran untuk mendaratkan semua gagasan yang memungkinkan pelan-pelan akan menjadi pelajaran penting. Membangun solidaritas atau gotong royong perlu konsisten mengingat ini tahun politik. Seakan ini adalah gerakan politik. Sejak awal kita tegaskan ini murni gerakan warga yang tidak ada maksud dukungan ke siapapun. Semua warga boleh bergerak memvantu dan kami melarang adanya atribut kampanye politik dari semua calon. 🙏🙏🙏

Semua ini bukan karena kepentingan materi semata atau sekadar politik elektoral. Bagi para penggerak, kita siap untuk keluar uang dan melihat warga bahagia memiliki nilai tambah ekonomi setiap gelaran pasar. Meskipun begitu pedagang tetap wajib terus dilatih, didampingi oleh berbagai pihak agar makanan yang dijual semakin variatif dan tidak membosankan. Kebahagiaan kita adalah saat Yosomulyo memberi contoh sebagai kelurahan yang mandiri dan membantu pemerintah melalukan percepatan dalam segala hal. Yosomulyo punya potensi itu. Di lingkungan Metro Pusat yang makin padat dan identik kota yang sibuk, Yosomulyo membuktikan sebagai kelurahan di Metro Pusat yang masih guyub. Forum Masyarakat Yosomulyo menolak untuk diam dan terus bergerak dinamis. Semangat itulah yang harus dipertahankan dan terus digerakkan.
Salam Payungi