Payungi Metro

Pasar Yosomulyo Pelangi (Payungi) sudah digelar 12 minggu. Setidaknya ada 3 lagi Pasar yang akan digerakkan warga di kota ini? Apakah itu gagasan lahir dari Pemerintah Kota? Anda bisa menjawab sendiri. 2019 dana per kelurahan cair 300 jutaan. Mau kemana anggaran sebegitu besarnya? Sudah saatnya Pemerintah mau mendengar gagasan warganya.

“Karya itu punya umurnya masing-masing,”ucap Pram.
Pasar Yang digagas warga ini butuh kesabaran, gotong royong dan konsisten. Kota ini mulai hidup dan terus menuntut kreativitas penggeraknya. Saya bahagia kepada mereka yang mau terus bergerak. Apakah itu sukses atau tidak, pengalaman anda bergerak membangkitkan solidaritas warga adalah yang terpenting.

Saya terus belajar soal ini semua. Memahami mereka yang selama ini dipameri foto-foto baliho, mereka yang diperdayai anggaran tahunan, mereka yang dibohongi oleh segelintir elit, mereka yang perlu disadarkan pentingnya merebut kapital secara bersama-sama. Lurah Panggung Harjo Mas Wahyudi Anggoro Hadi misalnya, terus saya pantau facebooknya. Youtube yang mengupas gerakan desa juga sangat banyak, wisata desa seperti Umbul Ponggok Klaten tentu paling saya nikmati.

Umbul Ponggok bisa menghasilkan 14 Miliar lebih dalam setahun. Ada dana desa di Sukabumi yang digunakan untuk membangun stadion sepakbola megah dengan standar internasional. Ada Mahameru Stadion Wonorejo lapangan Volly yang diinisiasi oleh iuran warga. Semua itu tinggal klik di Youtube. Tentu bukan itu saja masih banyak yang lain.

Terkadang saya berniat cuti dari Dosen dan ingin bertarung elektoral dalam kontestasi Lurah di sebuah desa di Lampung Tengah dekat Dam Raman. Tentu bukan karena jabatan. Saya kira gaji dan riset dosen lebih menggiurkan. Saya hanya gregetan ada dana 1 miliar lebih di sebuah desa turun setiap tahun tapi tidak membekas dalam pemberdayaan warga atau setidaknya gagasan familiar saat ini terkait pengembangan wisata desa.

Pasar Yosomulyo Pelangi (Payungi) tiap minggu sudah sampai kisaran transaksi 35 juta per gelaran pagi jam 06.00-11.00 WIB. Siapa yang untung tentu adalah tetangga kita, saudara kita lebih jelas mereka yang akan menggotong mayat kita sampai ke pemakaman. Apakah anda masih sering pamer jalan-jalan ke transmart, giant, mall? Cobalah anda jalan-jalan ke tempat wisata gagasan warga, semoga anda akan terinpirasi dan mengerti kemana uang anda akan dibelanjakan secara edukatif dan memberdayakan mereka yang terpinggirkan.

Spirit Payungi adalah jaringan, kreativitas dan solidaritas. Terimaksih kepada teman Genpi Lampung, para kolega, penggerak media digital, tentu warga RW 07 Yosomulyo dan mimpi kita semua yang tak pernah surut. Kelak kota ini akan terus bergerak warganya, melihat, meniru dan mempraktikan bahwa perubahan terjadi karena kita yakin dengan kemampuan orang-orang disekitar kita. Bagaimana jika gerakan kita gagal? Jawabannya selalu ada pengalaman dan yakinlah akan ada gerakan baru.
Salam Payungi ☔☔☔

Dharma Setyawan