Memaklumi Pret-nya Mamah Dedeh

Sempat ditulis Tempo.co, dengan judul Mamah Dedeh di Depan Yusril: Pret, Enggak Percaya Gua! Pada hari Senin, 25 April 2016, membuat Dedeh Rosyadah, perempuan yang akrab dan kondang disapa Mamah Dedeh (selanjutnya ditulis Mamah) harus buru-buru melakukan klarifikasi. Undangan konferensi pers pun akhirnya disebar secara berantai via pesan pendek, sms, bbm dan media sosial.

Tujuannya, klarifikasi pernyataan Mamah tentang Yusril Ihza Mahendra (selanjutnya ditulis YIM), bertempat di kediaman Mamah, Jl. Kutilang 3 No. 205 Perumahan Depok, Selasa, 26 April 2016, Pukul 17.00

Penasaran saya pun mencari link rekaman tersebut, dengan kata kunci Mamah Dedeh dan Transkrip Utuh Pret, Enggak Percaya Gua di youtube dan akhirnya mendapatkan https://youtu.be/2d0zhuXJJu8

Berikut saya kutip transkrip bagian awal dari pernyataan di rekaman yang disampaikan Dedeh dalam Gema Tabligh Akbar di Yayasan Al-Riyadh, Kelurahan Jati Padang, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin, 25 April 2016.

“Rakyat bosan banyak janji. Ada yang doa, ‘kuwakafkan tubuh ini buat rakyat’. Pret! Enggak percaya gua.”

Tidak bermaksud hendak membela Tempo, saya memang tak menemukan satupun kalimat yang diplintir oleh Tempo terkait pernyataan Mamah, sebagaimana diberitakan oleh media-media Islam yang menyebut Tempo memplintir, menfitnah dan mengadu domba Mamah dengan YIM.

Semua jelas, terekam dalam link di atas. Selain itu tidak ada satupun pernyataan dari Mamah tersebut yang salah dan keliru, karena hal yang disampaikannya tersebut juga didasarkan pada fakta yang terjadi selama ini.

Maka, pernyataan tersebut harus diposisikan sebagai kritik yang berlaku buat semua pemimpin atau calon pemimpin. Dan, karena kebetulan yang hadir dalam acara tersebut YIM, maka YIM yang langsung dituju dari pernyataan tersebut.

Dalam konteks dakwah menyampaikan kebenaran, pilihan kalimat yang disampaikan oleh Mamah sesungguhnya telah tepat yakni menyampaikan kebenaran meski pahit rasanya bagi si penerima pesan.

Lantas, kenapa Mamah harus melakukan klarifikasi? Apakah Mamah mendapatkan tekanan, atau khawatir dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok yang kontra dengan YIM?

Kemungkinan-kemungkinan di atas bisa jadi semuanya benar. Namun, saya memiliki beberapa penilaian subyektif atas sikap klarifikasi Mamah tersebut. Pertama, Mamah setiap kali bicara di depan publik memang jarang membuat konsep atau naskah tertulis tentang apa yang harus disampaikannya, seperti layaknya seorang profesional yang mendapatkan undangan untuk menyampaikan materi tertentu, yang karena profesionalitasnya itu dia dibayar.

Akibatnya, karena materi yang tak terkonsep dan serba spontan itu, Mamah akhirnya kurang mempertimbangkan dampak dari pernyataannya tersebut, meskipun (mungkin) Mamah tetap mendapatkan bayaran secara profesional.

Kedua, Mamah memang sama sekali tidak mengerti dan tidak mempertimbangkan atau masabodo dengan dampak dari setiap pernyataannya, karena menurut Mamah yang penting bisa menghibur, membuat yang hadir tertawa sepuasnya. Seperti halnya juga sering dilakukan oleh Dodit Mulyanto atau Raditya Dhika.

Karena tugasnya hanya menghibur dan membuat orang tertawa, maka Mamah buru-buru melakukan klarifikasi meskipun sesungguhnya yang disampaikan oleh Mamah tersebut benar. Sekali lagi karena tugas Mamah menghibur bukan berdakwah menyampaikan kebenaran.

Jadi, segala kebenaran yang disampaikan oleh Mamah adalah ketidaksengajaan dan kita wajib memakluminya. Prett!!

 

Penulis: Rahmatul Ummah