Ecoprint, hadiah cantik dari Alam

Penulis: Linda Ayu Citra

Kesadaran untuk berbuat adil terhadap

Alam telah memunculkan gerakan-gerakan pelestarian lingkungan hidup. ‘back to nature’, go green, eco wisata adalah sedikit dari jargon-jargon yang telah akrab di pendengaran Kita.

Dalam seni batik, penggunaan pewarnaan alami adalah salah satu wujud keberpihakan terhadap Alam. Tidak, untuk penggunaan bahan Kimia.

Adalah Ecoprint. Sebuah pendekatan seni pembuatan motif dan pewarnaan kain yang ramah dengan lingkungan. Mengapa? Selain tidak menggunakan pewarnaan dari bahan kimia, Ecoprint juga hanya memakai motif Alam, yang langsung berasal dari tumbuhan itu sendiri – bahkan tidak Kita gambar.

Ecoprint pertama muncul di eropa, dan mulai dikenal baik di Indonesia sekira tahun 2016.

Secara teknis, Ecoprint adalah seni memindahkan motif dan pigmen (warna) tumbuhan pada Kain. Namun secara filosofis- bagi saya- Ecoprint adalah pesan, sekaligus ajakan untuk hanya menggunakan produk-produk alami.

Kenapa?

Aplikasi metode Ecoprint hanya sempurna pada bahan sutera dan cotton murni. You can apply Ecoprint method on synthetic material. But, there is no guarantees that you get a good results. Saya coba 2 kali steam, namun pigmen warna hanya samar berpindah pada material Kain.

Disamping itu eksplorasi berbagai jenis daun, batang dan bunga yang memunculkan keajaiban-keajaiban warna, membuka kesadaran bahwa Alam sedemikian rupa telah menyediakan sumberdaya yang -nyaris tanpa batas! Mungkin tak harus berebut!

Syaratnya, manusia tidak serakah, dan mampu menjaga kelestariannya.

Daun jati menghasilkan warna ungu, maroon dan terkadang pink. Daun ketepeng dan jarak kepyar mengasilkan warna hijau pupus, daun bunga miana menghasilkan warna merah kecoklatan, daun bangli menghasilkan warna kuning-orange, daun jambu klutuk menghasilkan warna abu-abu. Daun pakis nenghasilkan warna hijau tua, dan masih banyak lagi tanaman yang bisa di eksplorasi.

Bagaimana membuatnya?

Setelah dilakukan mordant terhadap kain, daun, batang atau bunga yang telah direndam dengan air cuka dan atau tunjung di tempelkan pada kain yang lembab. Susun secantik mungkin dengan mempertimbangkan komposisi warna tumbuhan yang akan herpindah. Gulung dan ikat kencang sehingga daun menempel sempurna.

Kukus gulungan kain selama 2 jam. Setelah itu biarkan dingin, buka gulungan dan bersihkan daun-daun. Angin-angin Kain hingga kering. Lakukan fiksasi jika warna telah muncul dengan sempurna.

Demikianlah, sungguh Alam telah menyajikan keindahannya…