Darma seorang Dharma

Ada anomali dari Pemuda satu ini, ia kiri, pengagum Pram dan juga menggubah lagu untuk Pram, tapi juga pernah membuat lagu yang viral di masanya untuk satu Partai Islam berjudul Cinta, Kerja, Harmoni. Sekali lagi ia kiri, tapi alumni dari KAMMI, sebuah organisasi mahasiswa Islam yang konon berhaluan fundamentalis, tapi dimasanya ia menghimpun aktivis KAMMI yang juga kiri atau minimal progresif untuk membuat sebuah haluan baru bernama Forum KAMMI Kultural, kala itu bukan cuma Struktur KAMMI yang panik, tapi juga partai Islam yang konon menaunginya.

Sekali lagi ia kiri, dan kini makin anomali, ia resmi memimpin jurusan ekonomi syariah di IAIN Metro Lampung. Orang kiri macam apa yang mengajarkan ekonomi Islam? Orang begini yang bikin FPI dkk makin bingung, blas Ra mashook!.

Tapi justru karena ia kiri, ia tak henti berdarma untuk masyarakat di daerahnya. Ide melampaui struktur, katanya. Dan benar, kontribusi riilnya ia rintis pelan-pelan dan semakin dirasakan masyarakat. Dulu ia menggagas gerakan Ayo ke Dam Raman, sebuah bendungan potensial namun terbengkalai, bersama masyarakat ia percantik dan promosikan bendungan khas Kota Metro itu. Dan kini masyarakat metro punya objek wisata kebanggaan.

Tak berhenti dengan Bendungan Dam Raman, Dharma terus bergerak dan mini merintis Pasar Yosomulyo Pelangi Payungi yang jadi agenda hiburan rakyat dengan ekonomi kerakyatan. Belum lagi basis gerakan di rumahnya dimana ia aktif membuat kelompok Diskusi Komunitas Cangkir Kamisan untuk mencerdaskan dan meningkatkan literasi gerakan anak muda Metro. Sambil juga menggagas dan mengawal media warga yakni nuwobalak.id

Dharma juga seorang dosen yang dicintai mahasiswanya karena mau repot-repot mencari mahasiswanya yang hilang entah kemana. Tapi kurang tahu apa Dharma juga dosen yang dicintai mahasiswinya? Semoga tidak, bisa-bisa dia bakal kena jewer mba Hifni Septina Carolina.

Kerja-kerjanya, Darma seorang Dharma, saya lihat banyak diikuti atau bahkan diklaim oleh beberapa pihak setelah terlihat hasil dan dampaknya, padahal sebelumnya ia rintis ‘berdarah-darah’. Dharma tak mau ambil pusing, ia juga tak perlu mengaku paling berkontribusi, mengejar penghargaan sana-sini, atau ingin tampil di tivi. Sebab seorang Dharma punya semboyan “Bergerak tanpa kasta, berjuang tanpa nama”.

Sebagai juniornya di KAMMI dan juga KAMMI Kultural, kalau saya diminta menyebut siapa alumni KAMMI yang paling top? Saya tak akan menyebut Fahri Hamzah, Andi Rahmat, Fitra Arsyil atau nama-nama beken lain, saya akan lantang menyebut nama Dharma Setyawan!

Bukan cuma karena ia berhasil menggerakkan masyarakat sipil dengan gagasannya tanpa banyak koar-koar, tapi juga cuma dia senior alumni KAMMI yang omongane saru wkwk.

Yang jelas Mas Dharma Idolaque, Panutanque, Inspirasique, Semoga amanah dengan tanggungjawab baru, kalau ada mahasiswi yang menarik, kasih sini satu 😀