Saya selalu mengucap syukur atas hadirnya kawan-kawan pemberdayaan. Mereka selalu berbuat kreatif membuat ekosistem agar saling berkait-kelindan. Kota kreatif memang dilahirkan dari para penggerak-penggerak kreatif. Mereka punya andil banyak dalam pendampingan, gotong royong, branding media, menata ruang kreatif, mengembangkan seni, memberi mimpi pada banyak orang dan mengerjakannya dengan riang gembira.

Pasar Yosomulyo Pelangi (Payungi) adalah bukti bahwa kawan pemberdayaan begitu penting. Semua orang itu penting. Kontribusi ide, tenaga, materi, dan semua hal yang membuat Payungi sampai sejauh kita ucapkan,”syukur tiada akhir.” Setiap Minggu omset total pedagang mencapai 40-50 juta. Ada kontribusi nyata untuk infaq pembangunan Mushola dari pedagang dan pengunjung. Jika ditotal pembangunan mencapai 600 juta, dan sepertinya butuh biaya 500 juta lagi akan selesai, di atas tempat sholat di bawah ruang rapat. Semua diupayakan dengan optimis.

Pengembangan pemberdayaan Payungi semakin luas, ada budidaya lebah trigona, pupuk organik, dan pertanian permakultur. Dalam kunci pemberdayaan, pengetahuan adalah proses yang tidak boleh jeda, Pak Tsauban menginisiasi lahirnya pesantren wirausaha setiap malam Kamis bagi ibu-ibu pedagang. Kami tim kreatif menggagas Payungi University dimana ada sekolah desa, sekolah media dan sekolah organik. Sudah 5 angkatan mengikuti sekolah desa.

Awal mula Co-Working Space adalah ruang kosong sebelah kanan Pak Tsauban yang atas lantai 2 disedekahkan untuk space mushola. Kemudian ruang bawah ini beliau berikan untuk Co working space Payungi sebuah ruang untuk mentransformasikan pengetahuan bagi siapa saja yang mau belajar tentang pemberdayaan desa. Kami juga sedang membuat kurikulum sekolah penggerak wisata yang akan kami gaungkan bersama komunitas Genpi (generasi pesona Indonesia).

Co-working Space Payungi sudah tahap 70%, selanjutnya kami akan melengkapi dengan pintu kaca, AC, LCD dan TV Layar Lebar. Semoga ruangan ini dapat memberi kenyamanan bagi tamu-tamu Payungi yanh ingin sharing dan belajar tentang pemberdayaan ekonomi warga. Pemberdayaan menuntut semua orang bergerak, berkontribusi dan semakin melibatkan banyak orang. Pemberdayaan bukan milik tokoh perorangan, tapi pemberdayaan miliki semua orang yang mau berjuang dan berkorban.
Salam Payungi ☂️☂️☂️

Dharma Setyawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here