Apa yang kita tanam itulah yang dipetik

14
Hidup bagaikan tumbuhan yaitu menanam dan menuai, apa yang kita tanam, itulah yang akan kita tuai atau dapatkan. Oleh karenanya, jadilah pribadi yang selalu berusaha untuk menebar kebaikan sehingga dapat menuai kebaikan pula. Begitupun sebaliknya. Tak dipungkiri, perjalanan hidup tak selalu mendapat keindahan seperti yang kita impikan. Ada saat di mana kita dihampiri masalah atau kesulitan, terjatuh, dan lelah untuk menjalani hidup ini yang tak seperti di sinetron yang penuh tipuan.
Semua yang kita lakukan pasti akan mendapatkan hasil dari yang dilakukan seperti menanam padi. Ketika menanam padi di sawah maka akan mendapatkan hasilnya berupa padi yang kemudian menjadi beras. Berbuat jahat kepada orang lain, tidak menghargainya adalah kesalahan terbesar. Kekayaan jangan dijadikan sebagai alat untuk memamerkan kemampuan yang dimiliki. Harta tidak selamanya akan abadi. Ilmu tanpa aksi yang nyata bukan membuat kita menjadi sukses.
Karya adalah hal terbaik yang harus kita miliki. Dengan karya yang dihasilkan menjadikan kita lebih dikenal orang. Karya tidak akan pudar ditelan zaman. Berkarya dan berinovasi tidak harus dengan materi, melainkan dengan keahlian yang kita bisa. Untuk apa pintar tetapi tidak memiliki karya yang dibanggakan.
Belajarlah seperti sendal yang selalu melindungi kita. Semua memakai sendal dan pasti di setiap rumah ada banyak sendal. Sendal letaknya dibawah dan sering di injak hanya untuk melindungi kita dari duri maupun krikil tajam yang dapat melukai kaki kita. Sendal akan selamanya menjadi pelindung kita, yang berbeda ialah dari segi tampilan maupun harganya. Walaupun di injak-injak akan tetapi ia akan terus melindungi kita, itulah yang seharusnya kita lakukan di kehidupan sehari-hari.
Orang lain berhak menghina kita dengan apa yang kita dilakukan. Orang lain menganggap hal yang aneh atau kurang kerjaan ketika kita melakukan hal sesuatu. Jangan sampai mental kita tergoyahkan dengan omongan yang sedikitnya membuat kita sakit hati. Bungkam perspektif yang menghina dengan karya yang memukau.
“Karena kita bergembira bukan karena memotong padi; kita bergembira karena memotong padi yang kita tanam sendiri. Dan jiwa manusia tidak bergembira karena upah, tapi karena bergembira untuk mendapatkan upah itu.” Eduard Douwes Dekker
Penulis: Arif Adi Chandra (Mahasiswa Esy IAIN Metro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here