Metro, OKEBOS, yang dibentuk sejak Desember 2019, pada Minggu (9/2/20) melaunching aplikasi transportasi online di Payungi. Hadir dalam agenda tersebut tokoh masyarakat, tokoh agama, driver dan pemerintah kota Metro.

Secara resmi, Djohan sebagai wakil walikota Metro membuka agenda tersebut dan melanjutkannya ke sesi pemotongan tumpeng.

Agenda launching dilanjutkan dengan konvoi ke beberapa tempat publik di kota Metro.

“Hari ini dengan resmi OKEBOS mulai beroperasi di wilayah kota Metro dan provinsi Lampung. Saya berharap mendapatkan support dari pemerintah kota Metro dan mitra-mitra terkait,” ujar Gatot dalam sambutannya.

OKEBOS merupakan aplikasi penyedia jasa online yang menawarkan 8 fitur layanan, yaitu bos mobil, bos motor, bos antar, bos kuliner, bos toko, bos pijat, bos angkut, dan bos service. Selain itu, OKEBOS mempunyai slogan “Bos Pesan Kami Antar.”

Dharma Setyawan, sebagai koordinator agen OKEBOS kota Metro, menjelaskan bahwa Kota Metro seperti desa yang besar (big village) yang harus melanjutkan visinya sebagai kota layak dikunjungi berbasis masyarakat.

“Ke depan bukan persaingan namun kolaborasi, seperti Penta Helix antara pemerintah, masyarakat atau komunitas, akademisi, pengusaha, dan media yang akan dapat membangun, ” ujar Dharma.

Djohan, dalam sambutannya, menjelaskan bahwa memang kita harus komunikasi. Masyarakat jika bergerak sendiri tanpa pemerintah akan nonsense. Begitupun pemerintah tanpa masyarakat.

“Saya sangat memberikan apresiasi kepada seluruh yang terlibat. Saya siap menfasilitasi setiap agenda kedinasan,” jelas Djohan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here