Manusia sebelum lahir sudah memiliki takdirnya masing-masing, baik suka ataupun tidak suka takdir harus kita jalani dengan penuh rasa ikhlas. Kita tidak bisa memilih takdir yang kita suka dan menghindari takdir yang tidak diinginkan.

Kita terlahir juga tidak bisa memilih takdir yang kita mau, seperti terlahir dengan keturunan orang berada atau kaya karena semua itu sudah diatur oleh sang maha pencipta. Jadi orang yang terlahir di keluarga yang pas-pasan bukanlah kemauan kita bersama, tetapi semua itu ada maksud dan tujuan yang sudah ditentukan sesuai porsinya masing-masing.

Terlahir dengan keluarga yang sederhana seharusnya membuat kita lebih tertantang untuk memperbaiki kondisi ekonomi keluarga. Pengetahuan akan ilmu membuat kita lebih dari yang lain, bukan masalah dari mana mendapatkan uang, tetapi dengan ilmu kita bisa hidup sejahtera tanpa merugikan orang lain.

Kita memang tidak bisa merubah takdir yang sudah ditentukan, akan tetapi kita berhak untuk memilih bagaimana kita menjalani takdir tersebut. Apakah kita pasrah terhadap takdir kita atau berusaha untuk memperbaikinya dengan kerja keras.
Orang tua rela untuk menyekolahkan kita tinggi-tinggi memiliki tujuan agar kita lebih baik darinya baik dari segi materi maupun pikiran bukan hanya sekedar berangkat dan pulang tanpa ada ilmu yang didapatkan. Ilmu itu perlu kita yang mencarinya bukan kita yang menunggu ilmu itu datang.

Semua pasti sudah memiliki takdir yang berbeda-beda, dan hidup adalah pilihan yang harus kita jalani, apakah kita tetap berada dititik kenyamanan atau berusaha untuk keluar dari kondisi tersebut untuk menuju titik dimana kita melebihi dari yang orang lain punya.

“Pilihan yang terbaik adalah ketika kita berusaha untuk mencari hal yang baru dengan tidak terpaku dengan keadaan dan merelakan sedikit waktu kita untuk menjalani apa yang seharusnya kita bisa lakukan”.

Penulis : Arif Adi Chandra (Mahasiswa Esy IAIN Metro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here