Perdana adakan Diskusi, Komunitas Beranda Kota Metro ajak Masyarakat Kota Metro Bangun Budaya Literasi.

0
330

Komunitas Beranda Literasi Kota Metro perdana selenggarakan diskusi yang bertajuk Literasi dan Kota Kreatif pada hari Jumat (10/20) berlangsung di beranda belakang Dispuarda Kota Metro.

Dalam agenda diskusi kali ini, sesuai dengan tema, Komunitas Beranda Literasi undang beberapa narasumber yang akan membahas langsung perihal sejauh mana peran pegiat literasi dan pelaku kreatif terhadap keberlangsungan Kota Metro. Narasumber yang dimaksud tersebut terdiri dari Dispusarda, Disporapar, Disdikbud, Dewan Kesenian Metro, Pengrajin, Pemerhati Kota, Penulis dan Komunitas Kota metro.

Acara yang dilaksanakan tepat pada pukul 14.00 ini menampilkan perform musik akustik sebagai pembuka diskusi yang akan berlangsung sampai dengan selesai.

Julianto Nugroho selaku ketua koordinasi, dalam prakata memperkenalkan beranda literasi dan bagaimana kesinambungannya sebagai komunitas literasi baru yang ada di Kota Metro, dimana melalui Beranda Literasi ini diharapkan seluruh komunitas dan elemen masyarakat dapat berkolaborasi menciptakan budaya baru yakni minat literasi.

“Beranda literasi ini merupakan perkumpulan orang-orang yang gelisah akan pertumbuhan literasi di Kota Metro, berharapnya dengan adanya komunitas ini budaya literasi dapat tumbuh dan berkembang dengan baik di Kota Metro.Terlebih, Kota Metro dikenal sebagai Kota Pendidikan, maka dari itu, penting saya rasa untuk memulai melahirkan diskusi-diskusi aktif yang membahas segala persoalan Kota Metro selain untuk melahirkan budaya literasi di Kota yang katanya Kota Pendidikan ini.” Ujar Juli.

Diskusi berjalan dengan lancar dan mekanis, dimulai dengan sebuah pertanyaan pemantik yang disampaikan oleh moderator untuk selanjutnya akan dijawab oleh para narasumber dan dapat ditanggapi oleh para peserta yang hadir. Sehingga, seminimal mungkin, dalam diskusi ini tidak hanya narasumber yang memiliki kesempatan berbicara di depan, akan tetapi juga memberi kesempatan peserta yanh hadir untuk turut menyampaikan aspirasinya.

Hal ini senada dengan apa yang disampaikan oleh Juli pada prakatanya, diskusi ini akan memberikan sentuhan yang berbeda, dimana semua yang hadir dapat menjadi pendengar, sekaligus menjadi pembicara. Sehingga titik temu dari pembahasan yang diangkat melalui tema Literasi dan Kota Kreatif dapat dibicarakan bersama.

“Beranda literasi ini adalah ruang bersama, yang berbeda pendapat bukan berarti adalah lawan. Tetapi bagaimana sebagai masyarakat yang hidup dan mencintai Kota Metro ini kita bisa saling terbuka untuk mendengar dan menyampaikan perihal apa-apa yang baik untuk Kota Metro ke depan.” Tutup Juli.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here