Lawan Budaya Patriarki Melalui Ngaji Keadilan Gender Islam

93

Payungi University berkolaborasi dengan Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA)  IAIN Metro mengadakan Ngaji Keadilan Gender Islam (KGI) di Balai Pasar Yosomulyo Pelangi, Senin (02/12). nderMenghadirkan Nur Rofiah, seorang dosen pascasarjana Perguruan Tinggi Ilmu Alquran (Institut PTIQ) Jakarta.

Peserta Ngaji yang terdiri dari Mahasiswa, dosen dan Ibu-ibu pedagang Pasar Yosomulyo Pelangi diajak menyelami kesadaran kemanusiaan perempuan. Bagaimana perempuan pernah dianggap sebagai bukan manusia pada masa lampau.

Nur Rofiah, menyampaikan berbagai perbedaan pengalaman biologis dan sosial perempuan dan laki-laki. Sehingga untuk mencapai kemaslahatan bukan saja diperlukan keadilan normal tetapi keadilan proporsional. Sebab hampir semua pengalaman biologis perempuan yang meliputi, menstruasi, hamil, melahirkan, nifas dan menyusui, hampir kesemuanya disertai rasa sakit dalam kurun waktu yang beragam. “Perempuan merasakan sakit atas semua pengalaman biologisnya dalam kurun waktu yang lama, sementara laki-laki tidak.” Tutur Nur Rofiah pada penyampaian materinya.

Begitu juga dengan pengalaman sosial yang dialami perempuan seperti stigmatisasi, marginalisasi, subordinasi, kekerasan dan beban ganda menggambarkan bahwa dunia ini hanya dimiliki oleh satu subjek saja. “Perempuan kerap mendapat kekerasan hanya karena ia menjadi perempuan,” tambahnya.

Sementara itu, Dharma Setyawan penggerak Pasar Yosomulyo Pelangi juga menuturkan hal yang sama tentang bagaimana perempuan harus berdikari secara ekonomi agar ia tidak diperlakukan semena-mena. Sebab peluang perlakuan itu, seringnya dikarenakan perempuan dianggap sebagai pihak yang lemah dan tidak berdaya. “Maka di Payungi ini saya melihat ibu-ibu sangat berdaya, dengan penghasilan seminggu sekali minimal mereka sudah merdeka,” Ujarnya.

Pada akhirnya Ngaji KGI adalah usaha melawan budaya patriarki yang selama ini belum menjadikan perempuan sebagai manusia atau subjek kehidupan seutuhnya.

Penulis: Ririn Erviana

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here