Inovasi

120

Penulis : Mustika Edi Santosa

Seperti yang dikatakan oleh Nadiem Makarim bahwa kedepan pengetahuan setiap orang harus di upgrade kembali setiap 5 tahun sekali. Dikarenakan saat ini dunia dengan teknologi yang terus berkembang, perubahan berjalan sangat cepat.

Kita dapat melihat, banyak aktivitas manusia yang kian hari kian terbantun dengan adanya teknologi. Misalnya, Ruang Guru yang membantu manusia dalam hal pendidikan, dimana sekarang orang bisa belajar dengan mudah melalui sebuah aplikasi. Go-Jek memberikan kemudahan kepada manusia dalam bidang transportasi. Sekarang mobilitas setiap orang menjadi lebih efektif dan efesien dengan adanya platform ini.

Kita ketahui masih banyak teknologi digital yang kemudian terus berkembang dan semakin memberikan kenyamanan kepada manusia. Bahkan di era revolusi Industri 4.0 hampir disetiap lini kehidupan akan diisi dengan teknologi. Meskipun demikian, prof Asfa Widiyanto menerangkan bahwa revolusi Industri 4.0 sebenarnya tidak selalu atau harus dikaitkan dengan teknologi.

Namun, yang perlu diketahui juga, dibalik kemudahan yang ada pada dasarnya ada sisi -sisi yang perlu diwaspadai. Pada dasarnya kita pun perlu tanggap dalam menghadapi perubahan ini. Robert Edy, CEO GreatEdu mengatakan bahwa era digital saat ini akan memberikan dua pilihan bagi kita. Kita memilih untuk menjadi subyek yang membangun ekosistem atau obyek yang menikmati ekosistem. Artinya, orang yang tidak tanganggap dalam perubahan yang terjadi, maka ia hanya akan mengikuti arus atau menjadi penikmat saja dari ekosistem yang orang lain buat.

Era digital ke depan akan terus memberikan dampak perubahan bagi kehidupan manusia. Kini revolusi Industri sudah memasuki era 4.0, bahkan di Jepang sudah mulai mewacanakan revolusi Industri 5.0. Perubahan kian nyata terjadi, dengan berbagai iklim yang bisa berubah sewaktu-waktu.

Ketanggapan dalam menghadapi perubahan inilah yang harusnya sudah dimengerti dan ditanamkan sejak dini kepada diri kita. Di sini, anak-anak muda tentu punya andil besar, sebab ini adalah eranya mereka untuk berkreasi dan berinovasi. Munculnya platform atau startup yang ada di depan mata kita, adalah hasil karya anak-anak muda yang haus akan inovasi.

Inovasi jadi harga mati saat ini. Hal ini mengingat juga disruption yang kian hari semakin terasa. Bahkan, Peter Diamandis, Co-Founder Singularity University, sudah jauh-jauh hari meramalkan bahwa suatu hari kita akan sampai pada era keberlimpahan (abundance) atau dikenal juga dengan istilah free/ sharing economy sehingga semuanya serba berkelimpahan dan berbiaya minimal sekali.
Kini, teknologi tanpa inovasi, ia akan stagnan. Gerakan tanpa inovasi, ia akan terhenti ditengah jalan. Sama halnya, ekosistem yang kita akan buat bila minim inovasi, maka hanya akan jadi ekosistem tanpa eksistensi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here