Semar Mbangun Pasar

8

Payungi akan kolaborasi lagi dengan keseniantradisional. Kali ini gelaran Wayang Kulit dengan  Lakon “Semar Mbangun Pasar.” Lakon plesetan dari kisah asli Semar Mbangun Khayangan. Keresahan Semar terhadap para pemimpin yang tidak peduli terhadap rakyatnya, dan hanya mementingkan diri sendiri. Semar bermaksud membangun khayangan adalah sebuah kiasan untuk menciptakan khayangan dalam jiwanya. Mengembalikan keluhuran budi, khayangan dalam jiwa adalah rela berkorban, terus memberi yang terbaik dan juga sikap lapang dada. Sebuah singgasana batin, bahwa yang harus dibenahi adalah jiwa dan diri masing-masing. Kemerdekaan merupakan epos sejarah bangsa kita, para pejuang yang berjuang mengorbankan dirinya untuk bangsa dan negara. Lakon Semar Mbangun Khayangan, kita ambil pelajaran penting bagi masyarakat kita hari ini.

Lakon “Semar Mbangun Pasar” adalah konsep masyarakat yang terus membangun kegotong-royongan. Bukan hanya pada capaian politik dan ekonomi, tapi pada pengembalian budaya yang lama tergerus oleh sikap individual. Pasar sebagai tempat bertemu. Ronggowarsito pernah memprediksi “Pasar Ilang kumandange” (pasar hilang suaranya), makna lebih luas hilang interaksi fisik (online), hilang suara riuh dari jauh, hilang tawar menawar, maka Payungi mencoba membangkitkan kumandang atau suara pasar dengan memanggil melalui media digital, mengabarkan kepada khalayak ramai, bahwa Pasar tetap ada dan menjadi medium silaturahim.

Hari Minggu 18 Agustus 2019 Payungi akan
buka dari jam 06.00 pagi sampai jam 04.00 pagi. Gelaran pasar jajanan tradisional jam 06.00-11.00 dengan wahana permainan panahan, flying fox, lempar pisau, kampung kelinci, Lebah Trigona, Kampung Buku dan lainnya. Selanjutnya jam 13.00-17.00 kita adakan berbagai lomba memperingati kemerdekaan RI ke-74. Kemudian malam hari kami menggelar wayang kulit sampai jam 04.00 pagi. Mari kita bergotong royong mengembalikan tradisi leluhur kita. Salam Payungi ☔☔☔

Dharma Setyawan
Penggerak Pasar Yosomulyo Pelangi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here